Selamat Datang di Blog LapakBunda

Dapatkan beragam berita dan artikel yang bermanfaat untuk Bunda dan keluarga

Rabu, 21 Mei 2014

Dampak Anak Lengket Dengan Ibu

 


Ada dua macam kelekatan anak dengan Mama, yaitu kelekatan positif dan kelekatan negatif. Wajar saja bila anak lekat pada mamanya. Tapi, setelah berusia satu tahun, biasanya anak sudah ingin mulai ‘lepas’ dari mama untuk lebih mengeksplorasi lingkungan maupun orang lain di sekelilingnya. Anak masih akan rewel kalau lepas dari mama agak lama, misalnya ketika mama pergi bekerja, tapi ketika melihat mama pulang bekerja mungkin ia akan melonjak kegirangan.

Itulah attachment atau kelekatan yang positif. Kelekatan positif tadi bisa berubah menjadi negatif apabila misalnya, di atas usia tiga tahun, ia masih saja hanya mau menempel dan merasa nyaman dengan mama, dan terlihat sangat tidak nyaman bila bersama orang lain. Padahal, mungkin sebetulnya si orang lain itu tidak terlalu asing baginya, seperti tante, atau ibu guru di sekolahnya.

Dampak dari kelekatan negatif antara anak dengan Mama adalah pertama, level of trust terhadap orang lain atau lingkungan luar akan menjadi buruk, karena anak kurang bisa mempercayai orang lain selain Mama.

Anak akan cenderung merasa tidak percaya diri saat berada di lingkungan yang tidak membuatnya merasa nyaman tadi. Padahal, kemandirian anak sangat ditentukan oleh rasa percaya dirinya, sehingga bila rasa percaya diri anak kurang berkembang, kemandiriannya juga tak akan ikut berkembang. Keduanya sangat erat berkaitan.

Selain itu, anak yang tidak percaya pada lingkungannya biasanya juga jadi lebih sulit untuk bergaul dengan orang lain. Ia bisa tumbuh menjadi anak yang kuper dan sulit untuk berteman. Padahal, bergaul dengan teman merupakan sumber berbagai macam pembelajaran, mulai dari keluasan wawasan, informasi, keterampilan sosial, kemampuan bernegosiasi, kemampuan persuasi dan sebagainya. Semua itu akan sangat terasah lewat pergaulan dengan teman-temannya.

Dampak lain bila anak tidak bisa lepas dari Mama adalah, perkembangan motorik kasarnya mungkin saja akan terhambat. Apalagi biasanya para Mama lebih kalem dan tidak terlalu energik, sehingga bila anak hanya lekat pada mamanya, perkembangan motorik kasarnya pun bisa ikut terganggu. Padahal, perkembangan motorik kasar inilah yang sebetulnya menjadi dasar dari perkembangan kecerdasan anak. Anak yang banyak bergerak, syaraf-syarafnya pun akan lebih terstimulasi sehingga perkembangannya berjalan dengan baik.

Selasa, 20 Mei 2014

5 Cara Jelaskan Kekerasan Pada Anak







Akibat paparan informasi dan berita tentang kekerasan yang makin gencar, dalam beragam media sehingga tak bisa dihindari lagi oleh anak Anda, melesat masuklah ke telinganya kata-kata yang identik dengan berita kekerasan. Dan ketika ia bertanya arti kata-kata itu pada Anda, Anda seringkali speechless, tak mampu menjawab.

Menurut psikolog Anna Surti Ariyani, M.Si, ketika anak mengajukan ‘pertanyaan berat’, beri jawaban secara garis besar saja, tak perlu detil. Tak perlu penjelasan lebih lanjut, dan bila bertanya lagi, alihkan perhatiannya.

Lakukan ini saat menjelaskan pada anak:

1. Perkosaan.  “Dipaksa buka baju oleh orang lain kemudian disakiti.”
Tak perlu penjelasan detil karena disesuaikan dengan konteks kata yang dipahami balita.

2. Penculikan.  “Ada anak yang diajak pergi tapi tidak minta izin bunda dan ayahnya. Biasanya yang mengajak pergi sambil menawarkan permen, makanan atau mau diajak ke mal.”

3. Mutilasi.  “Ada orang jahat yang memotong orang lain yang sudah mati.”
Bila anak bertanya lagi, jelaskan bahwa orang yang melakukan itu jahat karena yang biasa dipotong adalah ayam, daging atau kue. Bukan orang. Mendengar arti kata ‘mutilasi’ tidak masalah untuk balita, asalkan cegah ia memikirkannya terus menerus. Karena itu setelah Anda menerangkan kata ini, segera alihkan perhatiannya dengan kegiatan lain.

4. Perampokan. “Mengambil barang bukan miliknya dengan paksa yang dilakukan oleh orang jahat.”

5. Tawuran.  “Berantem ramai-ramai, karena tidak sengaja terdorong atau berebutan uang.”  Jelaskan dengan kata-kata yang sederhana seperti ‘berebut uang’ yang mudah dipahami balita.

5. Sodomi.  “Dipaksa buka celana, lalu pantatnya ditusuk.”
Menjelaskan kata yang dianggap kasar memang harus dilakukan orangtua, karena orangtua tidak boleh bohong.

Jika dirinya bertanya lagi, lebih baik Anda balik bertanya, “Menurutmu apa sodomi itu?” Lalu cari tahu dari mana ia mendengar kata itu agar Anda mengetahui sejauh mana dampak kata ini pada anak. Seringkali anak memahami sebuah kata dengan arti yang berbeda.

(Ayahbunda.co.id)

Menyelamatkan Anak dari Tindakan Pelecehan







Maraknya kasus pelecehan terhadap anak di Indonesia belakangan ini mewajibkan orangtua harus selalu mengawasi pergaulan anak. Namun tetaplah bijak dalam mengawasi semua kegiatan anak. Jika terlalu ketat anak akan merasa terlalu dibatasi, dimana perasaan tersebut malah bisa menimbulkan tindakan sembunyi-sembunyi di luar batas. Berikut ini cara menyelamatkan anak dari tindakan pelecehan.
Usia 2 sampai 4 tahun
Gunakan bahasa yang tepat. lupakan eufemisme (ungkapan halus pengganti ungkapan kasar). Katakan vagina untuk vagina dan penis untuk penis. Hal ini akan mengurangi potensi kebingungan dan meningkatkan kemampuan anak Anda saat berdikusi atau berhadapan dengan situasi yang berhubungan seksual.
Jelaskan apa itu area pribadi. Katakan padanya bahwa selain dirinya, orangtua, dan dokter (dan pengasuh jika anak Anda masih menggunakan popok), tidak ada yang boleh menyentuh bagian-bagian pribadinya. Jika ada yang berani menyentuh, beritahu bahwa ada orang yang akan marah.
Minta dia melindungi semua bagian tubuhnya. Apakah ada orang asing yang pernah mengacak-acak rambut anak Anda, sambil berkata “lucunya sekali rambutnya?” Anda mungkin akan bersikap sopan terhadap perilaku tersebut. Tapi itu momen tepat untuk mendidik. Katakan "Saya tidak merasa nyaman jika ada seseorang yang tidak saya kenal menyentuh anak saya" Ajari anak Anda untuk mengatakan "tidak" saat ada orang asing yang mau menyentuhnya.
Abaikan perasaan tabu seputar seksualitas. Misalkan anak Anda yang berusia 4 tahun bertanya dari mana bayi berasal, berikan jawaban singkat, jujur​​, dan sesuai dengan usia. "Daripada memberitahu anak bahwa dia belum cukup usia untuk mengetahui hal tersebut dan mengatakan terlalu banyak bertanya, Anda bisa bilang bahwa pertanyaan yang dia ajukan sudah melewati batas.
Usia 5 sampai 8
Perkuat batasan. Dukung anak Anda jika dia ingin mengatakan "Tidak, terima kasih" saat ada kerabat yang ingin memeluk atau mencium. Jika anak Anda menggeliat dan menjauh saat neneknya mau menciumnya, Anda dapat mengatakan, "sepertinya Vincent sedang tidak mau  dicium sekarang, tidak apa-apa kan nek?”
Abaikan perasaan bersalah. Jangan menunggu sampai Anda menungga ada sesuatu yang salah. "Anak-anak perlu tahu bahwa bukan kesalahannya jika ada orang yang pernah melecehkan secara seksual kepada mereka dan jika hal itu terjadi mereka bisa melapor kepada Anda," kata Jolie Logan, CEO Darkness to Light. Dengan begitu, Anda mematahkan ancaman paling kuat pelaku pelecehan yaitu “rasa malu dan takut.” Mandi adalah waktu yang tepat untuk berbicara tentang bagian tubuh dan batasannya. Bilang kepada anak "Ibu ingin orang lain tidak boleh menyentuh bagian pribadimu begitu pula sebaliknya kamu tidak boleh menyentuh mereka." Atau gunakan peristiwa terkini: "Ada orang dewasa yang suka melakukan hal-hal yang tidak pantas kepada anak-anak, dan itu tugas ibu sebagai orangtua untuk membuatmu aman. Kamu bisa bilang pada ibu jika merasa tidak nyaman atas perilaku orang lain."
Ajarkan keamanan internet. Banyak ahli menganggap anak-anak sekarang terlalu muda untuk online sendiri. Gunakan “parental control” untuk membatasi aksesnya, dan jelaskan bahwa orang lain tidak selalu memberikan data yang benar secara online. Minta anak Anda untuk tidak pernah mengungkapkan informasi pribadi, dan minta dia untuk memberitahu Anda jika ada yang pernah membuatnya merasa tidak nyaman tentang pesan yang diterimanya secara online. (parentsindonesia.com)

Senin, 19 Mei 2014

Manfaat Pisang Buat Anak-anak







Jadikan pisang makanan favorit anak. Buah ini kaya nutrisi yang baik untuk pertumbuhan anak.

- Tinggi energi. Pisang mengandung 3 jenis gula, berupa sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang bisa memberi anak energi untuk beraktivitas.

- Kaya kalium. Mineral ini bisa membantu kinerja otak saat anak belajar dan beraktivitas.

- Mood food. Kandungan vitamin B6-nya paling tinggi, yakni 0,4 mg untuk pisang seberat 120 gr. Vitamin B6 berperan mengubah asam amino triptofan menjadi serotonin, yang berfungsi menenangkan otak dan menstabilkan mood. Selain itu, vitamin B6 akan membantu tubuh membentuk hemoglobin dan menjaga tingkat gula darah dalam tubuh.

- Pilih yang matang. Ternyata, serat dalam pisang yang belum matang tidak mudah dicerna anak. Jadi, pilihlah pisang matang yang berwarna kuning dengan bercak cokelat. Pisang jenis ini mengandung serat yang mudah larut dalam tubuh, sehingga bisa mengatasi sembelit, diare, serta membantu mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.

Cara Jauhkan Anak Dari Kuman







Sebagai orangtua, seringkali kesulitan untuk menjaga anak agar sehat dan terhindar dari penyakit menular. Menurut studi Global Infection Challenge 2013 yang dirilis oleh Global Hygiene Council (GHC), sebanyak 30 persen responden paling khawatir dengan virus flu. Sementara 29 persen mengkhawatirkan penyakit yang berhubungan dengan perut (misalnya yang disebabkan oleh bakteri E.coli atau salmonella).

Faktanya, dunia penuh kuman (dan virus, dan bakteri) menunggu di luar sana. Di sekolah, anak mudah terserang flu misal saat hidung meler  tak dilap tisu, bersin yang meluncur bebas ke seluruh penjuru kelas, saling berbagi mainan, buku, dan entah apa lagi. Jangan panik dulu, Ma! Anak bisa diajarkan untuk menghindari sumber penyakit kok . Bagaimana caranya?

1. Bersin = siku    
Coba ajarkan si kecil untuk mengingat-ingat kalimat ini: meler = tisu, bersin = siku. “Anak-anak menggunakan tangan untuk menyentuh apapun, “ jelas Gabrielle Traub, homeopathic practitioner dan faculty member di Pacific College of Oriental Medicine, Amerika.

“Karena itu, mengajarkan mereka untuk ‘membuang’ bersin di siku (alih-alih menutupnya dengan tangan) efektif mencegah penyebaran kuman.” Melalui batuk dan bersin, kuman bisa ‘terbang’ hingga 1,8 meter!, demikian menurut Dr. Jennifer Shu, dokter pakar CNN Health. Ajarkan si kecil juga untuk segera membuang tisu bekas.

2. Berikan pijatan    
Tulang belakang adalah area yang penuh dengan syaraf. Kadang syaraf bisa menjadi tegang sehingga butuh pijatan untuk merelakskannya. Sudah terbukti, pijatan bisa melawan efek negatif stres pada sel-sel tubuh, demikian menurut David Allen, pediatric acupunturist di AcuSport Health Center di San Diego.

Beberapa kali seminggu, coba telungkupkan anak lalu berikan pijatan di punggungnya. Mulai dari bagian bawah, perlahan cubit lembut kulit di kedua sisi tulang belakangnya, naik hingga ke leher. Lakukan naik tiga kali dan turun satu kali.

3. Selalu cuci tangan
Menjaga kebersihan tangan adalah salah satu cara terbaik mencegah penyebaran kuman dan penyakit. Jangan pernah lelah ingatkan si kecil untuk sering-sering mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi atau toilet. Jangan buru-buru juga saat mencuci tangan. Waktu yang ideal, menurut Dr. Jennifer Shu adalah 20 detik; ini setara dengan sekali bernyanyi “Happy Birthday”.

Di Indonesia, kesadaran ini sudah cukup tinggi. Studi GHC mengungkapkan sebanyak 85 persen responden sudah memastikan keluarga mereka mencuci tangan dengan air dan sabun untuk mencegah terkena infeksi atau penyakit menular.

4. Coba akupuntur
Metode menancapkan jarum kecil ke kulit untuk menghilangkan sakit dan mengatasi penyakit ini bisa membantu mengembalikan aliran energi yang sehat pada tubuh anak. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, David Allen menyarankan untuk menfokuskan pada punggung bagian atas karena baik untuk menstimulasi fungsi jantung.

“Jantung yang bekerja dengan baik akan mampu memompa oksigen ke seluruh tubuh dan membantu mengurangi jalur udara peradangan. Itu artinya, saat ada virus yang memasuki tubuh melalui saluran pernapasan, sistem imunitas tubuh bisa melawannya dengan lebih cepat.” Anak takut jarum? Coba pijat akupresur. Pastikan Anda melakukannya di tempat yang terpercaya, ya.

5. Hindari yang manis-manis
Cuaca dingin bisa membuat selaput lendir– yang ada di hidung dan mulut – menjadi lebih kering. Ini artinya, rentan terhadap infeksi. Konsumsi yang manis-manis menjadikan kerja sel tubuh menjadi kurang efektif dan menyebabkan sel-sel tubuh yang bertugas menjaga daya tahan tubuh menjadi ‘mandul’, tidak bisa menerima atau mengirim sinyal.

Ujung-ujungnya: kurang efektif melawan virus, jelas Weston Saunders, M.D., integrative physician di Greensboro, North Carolina. Solusinya, batasi konsumsi gula si kecil.

6.Beri perhatian pada jempol
Dasar ilmu refleksiologi adalah bahwa pada telapak kaki dan tangan ada titik-titik tekanan yang berhubungan dengan seluruh bagian tubuh. Jempol adalah titik tekanan pada refleksiologi yang berhubungan dengan sinus, menurut Jordan Mathews, reflexiologist di Belle Sentier Holistic Therapies di Houston.

Ia menyarankan untuk melakukan hal ini: lakukan gerakan menggosok yang perlahan, mulai dari dari bagian bawah jempol bergerak ke atas sambil sedikit ditarik, seperti sedang memerah susu sapi. Sedangkan untuk membersihkan jantung, lakukan gerakan seperti menggoyang secara perlahan di bagian depan telapak kaki, tepat di bawah jempol. Refleksiologi terbilang cukup lembut, kok, sehingga bisa dilakukan setiap hari selama 10 – 20 menit.

7.Jangan lupa bergerak
Olahraga dapat memperbaiki sirkulasi tubuh, meningkatkan kadar oksigen, dan membantu sel darah putih bekerja melawan makluk asing dengan lebih efektif, jelas Gabrielle Traub. Lebih penting lagi, aktivitas fisik membantu mengurangi stres – yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Perlu diketahui, sistem imunitas bekerja lebih baik bila suhu tubuh sedikit di atas normal, menurut Weston Saunders, M.D. Karena itu, bila si kecil hendak berolahraga di saat cuaca sedang dingin, pastikan untuk memakaikannya jaket yang bisa membuatnya tetap hangat.

8.Atur pola makan dan tidur
Selain olahraga, tentunya mengatur pola makan dan tidur juga penting. Biasakan anak mengonsumsi cukup sayur, buah, susu, dan air putih. Untuk waktu tidur, Dr. Jennifer Shu menyarankan minimal 10 jam untuk anak usia sekolah dan 12 jam untuk balita. (parenting.co.id)


Minggu, 18 Mei 2014

Mengenal Perbedaan Tumor dan Kanker







Bagaimana membedakan antara tumor dan kanker? Menurut kamus kedokteran, tumor adalah benjolan. Tumor atau benjolan ada yang jinak, dan ada yang ganas. Untuk menentukan jinak ganasnya, kita harus mengeceknya pada dokter spesialis patologi anatomi. Kalau ganas, tumor baru bisa dikatakan kanker. Jadi, kanker adalah tumor atau benjolan yang bersifat ganas.

Mengapa disebut ganas? Secara mikroskopis, kanker merupakan kempulan sel yang tidak dikelilingi oleh kapsul. Akibatnya, sel-sel kanker ini dengan mudah menyebar ke organ-organ tubuh lainnya.

Misalnya, anak terkena kanker bola mata. Sel-sel kanker di bola mata bisa menyebar ke otak dan sum-sum tulang belakang. Keadaan yang demikian dinyatakan sebagai kanker stadium lanjut.

Kalau anak punya benjolan dan dokter menyatakan itu tumor, jangan panik dulu, ya, Ma. Tenang saja dulu, karena belum tentu itu ganas. Ikuti saran dokter bila diminta melakukan pemeriksaan lebih lanjut, yang tujuannya untuk menentukan jinak ganasnya tumor. Bila jinak, Anda bisa bernapas lega.

Tapi, jika ganas, tetaplah bersyukur karena tumor ganas ditemukan pada stadium yang masih sangat awal, sehingga jauh lebih mudah ditangani ketimbang jika sudah mencapai stadium lanjut.

(Sumber: Waspadai & Kenali Kanker pada Anak Sejak Dini, Yayasan Anyo) Indonesia)

Usaha Sampingan, Mengapa Tidak?






Saat ini semakin banyak orang yang membuka usaha sampingan, padahal mereka sudah memiliki pekerjaan tetap. Namun, memang tidak dapat dipungkiri bahwa biaya hidup yang semakin tinggi terkadang membuat kita perlu melakukan sesuatu yang lebih.

Bagi Anda, para Mama yang bekerja kantoran, tidak ada salahnya mengambil peluang yang tersedia untuk membuka suatu usaha sampingan. Nah, untuk memulai usaha sampingan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan agar nantinya usaha Anda dapat berjalan dengan lancar, walaupun setiap hal pasti ada pasang surutnya.

Adapun beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai usaha sampingan adalah:

1.    Pastikan modal dan waktu luang yang Anda miliki cukup. Kedua hal tadi sangat penting, terutama bila Anda telah memiliki pekerjaan tetap, sehingga usaha yang baru ini tidak mengacaukan ritme harian serta keuangan Anda. Anda juga perlu berkomitmen untuk membuat usaha sampingan pada saat jam kantor. Selain itu, pisahkan keuangan rumah tangga dengan keuangan usaha sampingan.

2.    Pilih usaha sesuai passion atau hobi. Saat ini orang-orang semakin kreatif dalam mengelola sesuatu ke dalam bisnis. Mulai dari bunga, katering, hingga mendesain baju atau perhiasan sederhana. Jika bisnis yang Anda jalankan sesuai dengan passion Anda, pastinya Anda tidak akan merasa terbebani saat mengerjakannya. Justru bisnis Anda menjadi penyemangat Anda untuk menyalurkan kreativitas setelah berurusan dengan pekerjaan di kantor.

3.    Rajin berpromosi. Ini adalah hal yang sangat penting agar orang-orang ‘aware’ terhadap bisnis yang Anda jalankan. Anda dapat melakukan promosi melalui berbagai cara, misalnya melalui jejaring sosial seperti blog atau twitter. Anda juga bisa mengikuti acara bazaar atau pameran agar semakin banyak orang yang melirik ‘dagangan’ Anda.

4.    Tetapkan komitmen. Saat usaha Anda sudah mulai berkembang dan memerlukan tenaga serta waktu tambahan, mulailah mencari bantuan dari oranng terdekat yang Anda percaya. Anda bisa mempekerjakan teman atau kerabat Anda. Dengan begitu, Anda tetap bisa memantau bisnis yang Anda miliki tanpa mengganggu pekerjaan Anda di kantor. (parenting.co.id)

Sabtu, 17 Mei 2014

Awas Penipuan Menyebut Nama Anak







Beberapa waktu lalu, Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga, menulis status di fb-nya, “Baru saja dapat telepon dari orang yang mengaku satpam sekolah, menyebutkan nama putriku dengan lengkap, katanya jatuh dan perdarahan…” Masih di hari yang sama, ia kembali menulis, “Untuk kedua kalinya hari ini ditelepon 'pihak sekolah' yang memberitahu bahwa putriku jatuh di sekolah, perdarahan, dan dibawa ke RS…”

Penipuan seperti ini cukup populer. Versinya macam-macam, tapi intinya sama: Salah satu anggota keluarga kecelakaan, dan perlu biaya perawatan RS. Korban diminta segera mentransfernya ke sebuah nomor rekening.

Untuk memperkuat informasi isapan jempol tersebut, yang ditelepon bukan hanya si ibu, tetapi juga si kakak. Si kakak yang menerima telepon dari ‘rumah sakit’, memberi informasi nomor telepon mamanya karena mengira kabar adiknya kecelakaan adalah benar. Ketika mama menerima telepon serupa dan mendapat konfirmasi dari si kakak, hal itu terlihat seperti benar-benar terjadi.

Saat menerima berita itu, Nina, panggilan akrabnya, tidak langsung panik. Ia menanggapinya dengan pikiran jernih. Cukup mudah, kok, mengecek kebenarannya, yaitu menelepon pihak sekolah. Ternyata ada juga, lho, yang tertipu dan mentransfer belasan bahkan puluhan juta rupiah ke rekening yang disebut si penelepon.

Selain menelepon pihak sekolah, konfirmasi kebenaran juga bisa diperoleh dari orang tua murid lain, satpam sekolah, atau rumah sakit yang disebutkan si pelepon. Anda  menelepon ke nomor resmi rumah sakit dari 108 atau buku telepon. Jadi, tetaplah tenang dan ingatkan anak untuk tidak memberi nomor telepon pada siapapun.

Haruskah Curiga Pada Pengasuh Anak?







Siapa orang tua yang tidak ngeri melihat berita-berita kekerasan pada anak oleh pengasuh atau asisten rumah tangga? Pastinya setiap orang tua khawatir mengenai keadaan anak saat ia ditinggal hanya berdua dengan pengasuhnya di rumah. Apalagi jika si anak memang selalu rewel dan terlihat tidak suka dengan keberadaan pengasuhnya.

Menurut Nessi Purnomo, psikolog keluarga dari Personal Growth, orang tua boleh saja waspada jika anak menangis dan terlihat sangat ketakutan saat akan ditinggal bersama pengasuh. Atau, jika anak menunjukkan perilaku yang berbeda, misalnya tiba-tiba suka gelisah dan sering mengigau ketakutan saat tidur.

Namun, tidak selalu berarti pengasuh pasti melakukan kekerasan terhadap anak. Bisa saja mereka hanya mementingkan perkejaan mereka beres, sehingga membuat anak merasa tidak nyaman. Misalnya, pengasuh mengancam anak agar anak mau makan atau mau tidur siang. Sebenarnya pengasuh tidak ada maksud menjahati anak, tetapi hal tadi juga dapat membuat anak ketakutan dan itu tidak baik bagi anak.

Orang tua bisa secara diam-diam mencoba mengamati sikap dan perilaku pengasuh saat bersama anak. Perhatikan juga bagaimana sikap anak. Jika anak terus-terusan tetap terlihat tidak nyaman, berarti memang ada sesuatu yang tidak beres.

Jika Anda kurang yakin, cobalah meminta bantuan keluarga yang Anda percaya untuk mengamati keadaan di rumah saat anak ditinggal dengan pengasuhnya. Jika memang ada sikap pengasuh yang kurang baik, walaupun hanya mengancam anak seperti contoh di atas tadi, itu tetap akan selalu membuat anak tidak nyaman dan sebaiknya Anda mencari pengasuh yang lain.
(Parenting.co.id)

Jumat, 16 Mei 2014

Cara Membuat Masker Dari Cokelat







Coklat, siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini, mulai dari anak-anak hingga orang tua, menyukainya. Ya, mungkin karena rasanya yang manis.
Tapi tahukah kamu? Kalau coklat mempunyai banyak manfaat untuk kecantikan kamu. Coklat sering kali digunakan untuk masker maupun lulur di salon-salon kecantikan. Tapi sebenarnya kamu gak harus pergi kesalon untuk mendapatkan kulit yang cantik dengan coklat. Kamu sendiri juga bisa membuat Masker Coklat sendiri di rumah.
Tidak tahu cara buatnya? Berikut ada beberapa resep membuat masker dengan coklat yang bisa kamu coba:
  • Bubuk kakao dan susu. caranya,  campur coklat bubuk dan susu lalu aduk hingga menyerupai pasta halus kemudian tempatkan di satu wadah. Sebelum kamu menggunakan maskernya, terlebih dahulu bersihkan wajah kamu dengan air mawar, setelah wajah kamu bersih, lalu oleskan masker coklatnya pada wajah dan leher kamu. Diamkan sampai kering, baru kemudian bersihkan dengan air bersih.
  • Coklat bubuk, madu dan oatmeal. coklat bubuk adalah antioksidan kuat yang bisa mencegah terjadinya penuaan dini, jerawat serta dapat mengencangkan kulit kamu yang kendur. Sedangkan madu, mempunyai manfaat untuk melembutkan dan melembapkan kulit. Dan Oatmeal bermanfaat untuk membersihkan kulit, oatmeal mempunyai sifat anti inflamasi serta bisa mencerahkan kulit. Caranya, campur kakao, madu dan oatmel dalam satu wadah lalu aduk dengan merata hingga menyerupai pasta. Setelah jadi, lalu oleskan ramuan tadi pada wajah dan leher. Diamkan selama 15 sampai 20 menit. Kemudian bilas dengan air bersih.
  • Coklat bubuk, yogurt dan madu. perpaduan dari tiga bahan ini, akan dapat membantu menjadikan kulit kamu lebih bercahaya secara alami. Caranya, campurlah coklat bubuk dan yogurt dalam satu wadah, lalu kocok dan campur dengan yogurt, kemudian tambah dengan beberapa tetes madu, kemudian campur dan aduk hingga merata,  setelah jadi, oleskan maskernya pada wajah dan diamkan selama 10 menit atau selama 25-30 menit. Bilas dengan air dbersih untuk memperoleh kulit yang lembut dan bercahaya.
  • Dark chocolate, susu dan garam. Caranya, lelehkan dark chocolatenya lalu biarkan sampai dingin. Lalu tambah dengan susu dan taburi dengan sedikit garam. Setelah jadi, oleskan ramuan tersebut pada wajah dan leher. Kemudian diamkan selama kurang lebih 15 menit, lalu bilas dengan air bersih. Masker ini bermanfaat untuk membersihkan kulit, memutihkan, serta bisa mencegah tibulnya jerawat dan mengobati kulit yang mengelupas. Agar mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya kamu lakukan cara ini dua kali setiap minggunya.
  • Coklat bubuk, madu dan jus alpukat, merupakan tiga bahan yang punya banyak manfaat untuk kulit. Cara menggunakannya, campur dan aduk secara bersamaan ketiga bahan tersebut hingga halus. Setelahnya oleskan pada wajah dan leher kamu, lalu diamkan selama sekitar 20 menit, kemudian bilas dengan air bersih.
Bagaimana?, Cukup mudah kan membuat masker coklat untuk mendapatkan kulit yang sehat dan bersinar tanpa pergi ke salon.

Artikel : KiatCantik.com
Gambar : NaturalBeautyGuru.com

Dropshipping dan Alternatif Transaksi yang Halal




Dengan adanya kemudahan internet, berbondong-bondong para netter memindahkan aktivitas mereka di dunia nyata ke dunia maya. Diantaranya adalah bisnis online. Dropshipping, menjadi salah satu pilihan sistem bisnis online yang banyak dilakoni para netter. Ya, dengan internet, semua bisa jadi uang.

Sebagai hamba yang beriman, tentu kita tidak akan menelan semua sistem yang berlaku di masyarakat secara mentah-mentah. Kita sepakat, tidak semua praktek bisnis yang tersebar di masyarakat, telah memenuhi standar halal secara syariat. Karena itu, sangat penting, ketika anda hendak melakoni suatu sistem bisnis tertentu, terlebih dahulu anda harus memahami hakekatnya dan hukumnya.
Apa itu Dropship?

Dropshipping diyakini sebagai model jual beli yang paling mudah dalam dunia online. Pasalnya, bisnis ini bisa dilakoni nyaris tanpa modal. Wajar jika sistem ini paling banyak digandrungi para netter. Barangkali artikel ini tidak akan panjang lebar untuk membahas apa itu dropshipping, kami yakin pembaca sudah lebih familier dengan sistem ini.



Kita fokuskan pada skema dropshipping berikut (gbr diatas)

Ada 3 pihak yang terlibat dalam transaksi di atas,

1. Dropshipper
Dia adalah pihak pemilik barang, baik produsen, toko, maupun agen barang.

2. Reseller
Penjual online yang menawarkan barang orang lain kepada para konsumen.

3. Buyer
Konsumen yang membeli barang dari buyer.

Sebelumnya, ada satu istilah yang mungkin perlu diluruskan terkait siapakah dropshipper. Yang lebih tepat, dropshipper bukanlah pelaku bisnis online yang menawarkan barang ke konsumen. Beberapa situs berbahasa inggris yang mengupas tentang dropshipping menegaskan bahwa dropshipper adalah pemilik barang, baik dia produsen, toko, atau agen. Sedangkan pihak yang menawarkan barang itu adalah reseller.

Selanjutnya, kita akan kembali meninjau sistem di atas.

Dari ketiga aktor di atas, pihak yang menyimpan tanda tanya besar adalah reseller. Ada beberapa catatan penting dari aktivitas reseller:

1. Reseller menjual barang kepada orang lain, tanpa memiliki obyek transaksi itu. Karena barang itu murni milik dropshipper.

2. Reseller sama sekali tidak memegang barang tersebut. Barang langsung dikirim ke buyer, sementara reseller sama sekali tidak berurusan barang tersebut.

3. Dropshipper mengirim barang ke buyer atas nama reseller.

4. Reseller bukan agen dari pemilik barang. Bukti bahwa reseller bukan agen:

Untuk menjadi reseller, anda tidak perlu mendaftar untuk menjadi agen.
Reseller bisa menjualkan barang dari berbagai klien dropshipper yang berbeda tanpa ada batas.
Reseller menetapkan harga sendiri, dengan keuntungan tertentu sesuai yang dia inginkan.

Dari beberapa catatan di atas, kita bisa memastikan bahwa sejatinya reseller dalam hal ini telah menjual barang yang tidak dia miliki. Setelah ada permintaan, reseller hanya memesan ke dropshipper untuk mengirim barang ke buyer. Otomatis segala resiko selama proses pengiriman menjadi tanggung jawab dropshipper. Dus, reseller berada di posisi sangat aman, hanya mungkin mendapatkan keuntungan dan nyaris tidak menanggung kerugian sepeserpun, selain tanggung jawab moral kepada konsumen.
Mau Untung, Harus Nanggung Rugi

Terdapat satu kaidah penting terkait transaksi dalam muamalah. Kaidah itu menyatakan,

إنما الخراج بالضمان

Sesungguhnya keuntungan yang diperoleh seseorang, sebanding dengan kerugian yang ditanggung.

Kaidah ini berdasarkan hadis dari A'isyah radhiyallahu 'anha, bahwa ada seorang sahabat yang membeli budak. Setelah beberapa hari dipekerjakan, dia menemukan aib pada si budak. Kemudian, si pembeli mengembalikan kepada penjual. Si penjual menerima, namun si pembeli harus menyerahkan sejumlah uang senilai harga sewa budak selama di tangan pembeli. Akhirnya mereka meminta keputusan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda:

الخراج بالضمان

"Keuntungan itu sepadan dengan kerugian yang ditanggung." (HR. Ahmad, Nasai, Abu Daud, Turmudzi dan dihasankan Al-Albani).

Mari kita perhatikan hadis di atas,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menggugurkan kewajiban si pembeli untuk membayar biaya sewa budak selama dia pekerjakan. Karena ketika si budak ini berada di tangan pembeli, dia menjadi tanggung jawab pembeli. Andaikan budak ini mati, pembeli akan menanggung kerugian. Untuk itu, si pembeli berhak mendapatkan keuntungan dalam bentuk memperkajan budak itu selama dia di tempatnya.

Kaidah ini berlaku untuk semua transaksi dan hubungan antara seseorang dengan sesama. Syariat tidak mengizinkan ada satu posisi yang hanya mungkin menerima untung saja, tanpa sedikitpun menanggung resiko ketika terjadi kerugian. Jika ada transaksi sementara prinsipnya hanya mungkin menerima untung tanpa menanggung resiko rugi, bisa dipastikan transaksi itu bermasalah.

Karena itulah, syariat mengharamkan transaksi riba. Seperti yang kita saksikan, dalam transaksi riba, kreditor dalam posisi sangat aman, dia hanya mungkin mendapatkan keuntungan tanpa menanggung resiko kerugian.

Sebaliknya, syariah membolehkan transaksi bagi hasil atau mudharabah. Karena dalam transaksi ini, sohibul mal (pemilik modal) menanggung resiko rugi ketika usaha yang dijalankan mudharib (pelaku usaha) mengalami kerugian. Anda juga bisa memberi catatan kebalikannya, jika ada transaksi mudharabah, sementara sohibul mal minta agar modal dikembalikan ketika usaha gagal, maka ini termasuk riba dan kesepakatan terlarang, karena sohibul mal pasti dalam posisi aman dan hanya mungkin mendapatkan keuntungan.

Kita kembali pada kasus dropship. Dalam sistem di atas, reseller berada pada zona 100% aman. Dia sama sekali tidak menanggung resiko kerugian. Karena tanggung jawab teradap barang, menjadi resiko dropshipper selaku pengirim barang atas nama reseller. Anehnya, dalam kesempatan yang sama, reseller mendapatkan keuntungan dari transaksi yang dia lakukan. Dengan menimbang kaidah di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa keuntungan reseller dalam hal ini bermasalah.
Menjual Barang yang Tidak Dimiliki

Diantara aturan syariah lain yang menjadikan sistem ini bermasalah adalah hadis yang melarang menjual barang yang tidak dia miliki.

Dari Hakim bin Hizam radhiyallahu 'anhu, beliau pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Ada orang yang datang kepadaku dan meminta agar aku mendatangkan barang yang tidak aku miliki. Bolehkah saya beli barang ke pasar, kemudian saya jual ke orang ini?" kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

"Janganlah kamu menjual barang yang bukan milikmu." (HR. Ahmad, Nasai, Abu Daud, Turmudzi, Ibn Majah, dan dishahihkan Al-Albani).

Kemudian dari Thawus, beliau mendapat cerita dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَبِيعَ الرَّجُلُ طَعَامًا حَتَّى يَسْتَوْفِيَهُ

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang menjual makanan sampai dia terima semua makanan itu dari penjual pertama.

Thawus kemudian bertanya kepada Ibnu Abbas, "Mengapa bisa demikian?"

Jawab Ibnu Abbas,

ذَاكَ دَرَاهِمُ بِدَرَاهِمَ وَالطَّعَامُ مُرْجَأٌ

Yang terjadi adalah menjual uang dengan uang, sementara makanannya tertunda. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam keterangan yang lain, Ibnu Abbas menegaskan,

وَلاَ أَحْسِبُ كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا مِثْلَهُ

"Saya yakin semua barang berlaku seperti itu." (HR. Ahmad dan Bukhari).

Artinya, itu tidak hanya berlaku untuk makanan, namun untuk semua barang dagangan.

Mari kita simak hadis diatas dan keterangan Ibnu Abbas. Orang yang menjual barang yang belum dia miliki dilarang secara syariat, karena hakekatnya dia menjual uang dengan uang. Ibnu Hajar membuat ilustrasi sebagai berikut,
Si A membeli dari si X kamera seharga 3 jt. Sebelum dia menerimanya, si A menjual kamera itu kepada si B seharga 4 jt, sementara kamera masih di tangan si X. Yang terjadi, seolah-olah si A menjual uang 3 juta dengan uang 4 juta. (Simak Fathul Bari, 4/349).

Kita tarik kepada kasus dropshipper di atas. Reseller pada posisi tersebut membeli barang ke dropshipper, setelah dia mendapat pesanan dari buyer. Barang sama sekali tidak disentuh oleh reseller, bahkan melihatpun tidak. Reseller membeli barang senilai 100 rb misalnya, dan dia mendapat uang senilai 120 rb dari buyer. Seolah reseller menjual uang 100 rb dengan 120 rb. Demikian pendekatan kasus dropshipping dengan hadis di atas.

Andaipun reseller mendatangi dropshipper, dan dia ingin menjual barang milik dropshipper ke buyer, dia harus membawa barang itu pulang terlebih dahulu, kemudian baru dia kirim ke buyer. Disamping hadis Ibnu Abbas di atas, dalil lain yang menunjukkan kesimpulan ini adalah hadis Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu,

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُبَاعَ السِّلَعُ حَيْثُ تُبْتَاعُ حَتَّى يَحُوزَهَا التُّجَّارُ إِلَى رحالهم

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menjual barang di tempat dia membeli barang tersebut, sampai para pedagang memindahkan barang itu ke tempatnya. (HR. Abu Daud, Ibn Hibban dan dihasankan Al-Albani)
Solusi dan Alternatif

Anda para aktivis bisnis online tidak perlu berkecil hati. Jika anda tidak bisa menggunakan sistem dropshipping, masih ada seribu cara untuk mencari uang melalui internet dengan jalan yang halal tanpa harus keluar banyak modal. Berikut beberapa alternatif bisnis online modal tipis yang bisa anda lakukan,

Pertama, pemberi layanan pengadaan barang

Relasi yang luas atau kemampuan pengadaan barang yang memadai, memungkinkan Anda menawarkan jasa ke orang lain untuk pengadaan barang yang mereka butuhkan. Anda berhak meminta imbalan, dengan nominal yang jelas dan disepakati di awal akad. Misal, Anda menjadi supplier restoran tertentu untuk kebutuhan barang tertentu. Anda berhak mendapat upah dari restoran tersebut. Pada kasus ini, anda murni menjual jasa kepada klien anda.

Kedua, menjadi agen atau distributor resmi

Pada posisi ini, anda layaknya tangan panjang pemilik barang atau produsen. Karena secara prinsip status anda adalah wakil bagi pemilik barang. Anda bisa melakukan transaksi dengan cara apapun, baik offline atau online, sebagaimana Anda juga dibenarkan untuk menjualnya secara tunai atau secara kredit dengan harga yang Anda tentukan atau sesuai kesepakatan.

Tentu saja, untuk bisa menjadi agen, anda harus melalui beberapa tahapan sesuai dengan aturan keagenan yang ditetapkan oleh pemilik barang.

Dalil masalah ini adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

المُسْلِمُونَ عِنْدَ شُرُوطِهِمْ

Kaum muslimin itu sesuai persyaratan yang mereka sepakati. (HR. Bukhari secara muallaq, Abu Daud, Ahmad dan yang lainnya).

Ketiga, lakukan transaksi salam

Perniagaan dengan skema akad salam merupakan kebalikan akad kredit. Jika pada akad kredit, barang diserahkan lebih dulu dan uang menyusul, pada transaksi salam, uang diberikan terlebih dahulu, sementara barang menyusul.
Ibnu Abbas mengatakan,

أشهد أن السلف المضمون إلى أجل مسمى أن الله أحله وأذن فيه، ثم قرأ: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى }

Saya bersaksi bahwa jual beli salam yang dijamin sampai batas waktu tertentu adalah akad yang Allah halalkan dan Allah izinkan. Kemudian Ibnu Abbas membaca ayat, yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan transaksi utang sampai batas waktu tertentu maka catatlah…" (HR. At-Thabari dalam tafsirnya, 6/45).

Sementara dalil dari hadis, bahwa Ibnu Abi Aufa radhiyallahu 'anhu menceritakan,

كُنَّا نُسْلِفُ نَبِيطَ أَهْلِ الشَّأْمِ فِي الحِنْطَةِ، وَالشَّعِيرِ، وَالزَّيْتِ، فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ

Dahulu di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kami memesan gandum, sya’ir (gandum mutu rendah), dan minyak zaitun, dengan ukuran yang jelas dan tempo penyerahan yang disepakati dari para pedagang Negeri Syam. (HR. Al-Bukhari)

Berdasarkan beberapa riwayat di atas, yang perlu anda perhatikan, ketika anda hendak melakukan transaksi salam, uang harus dibayar tunai dan waktu penyerahan barang harus jelas di depan.

Mungkin ada yang mempertanyakan, apa bedanya dengan sistem dropshipping yang lazim dilakukan?

Pada transaksi salam, pelaku bisnis (reseller) harus membeli obyek transaksi itu dari pemilik barang secara sempurna, sampai terjadi serah terima. Artinya barang sudah berpindah tangan ke pihak reseller. Kemudian barulah reseller sendiri yang mengirim barang ke buyer atas nama dirinya. Dalil hal ini adalah hadis dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu,

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُبَاعَ السِّلَعُ حَيْثُ تُبْتَاعُ حَتَّى يَحُوزَهَا التُّجَّارُ إِلَى رحالهم

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menjual barang di tempat dia membeli barang tersebut, sampai para pedagang memindahkan barang itu ke tempatnya. (HR. Abu Daud, Ibn Hibban dan dihasankan Al-Albani)

Tidak dibenarkan hanya uang muka

Bagian tak terpisahkan dalam bisnis online adalah barang yang menjadi obyek transaksi hanya bisa diserah-terimakan setelah selang beberapa waktu. Karena itu, ketika pembeli hanya memberikan uang muka kepada penjual online, yang terjadi adalah transaksi yang sama-sama terutang. Sementara secara hukum, transaksi ini termasuk transaksi bermasalah.
Dalil hal ini adalah hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma,

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْكَالِئِ - وَهُوَ بَيْعُ الدَّيْنِ بِالدَّيْنِ -

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang melakukan transaksi al-kali' – yaitu jual beli utang dengan utang. (HR. Abdurrazaq 14440).

Meskipun ada sebagian ulama menilai hadis ini tidak shahih, namun mereka sepakat bahwa jual beli utang dengan terutang adalah terlarang.

Diantara ulama yang menilai lemah hadis masalah ini adalah Imam Ahmad bin Hambal, karena dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Musa bin Ubaidah. Berikut kutipan keterangan beliau,

ولا يحل الرواية عن موسى بن عبيدة ولا أعرف هذا الحديث من غير موسى وليس في هذا حديث صحيح وانما اجماع الناس على أنه لا يجوز دين بدين

Tidak halal menerima riwayat dari Musa bin Ubaid. Saya tidak mengetahui hadis semacam ini dari selain Musa. Dan tidak ada hadis sahih satu pun tentang larangan menjual utang dengan utang, akan tetapi kesepakatan ulama telah bulat bahwa tidak boleh memperjual-belikan utang dengan utang.” (Al-Ilal Al-Mutanahiyah, 3/600)

Allahu a'lam

Oleh: ustadz Ammi Nur Baits

Artikel www.PengusahaMuslim.com