Senin, 03 Maret 2014

Anak Sekarang Parah, Kurang Kreatif. Kenapa?


Menjadi anak-anak di masa dulu dan sekarang mungkin ada positif dan negatifnya. Walaupun anak sekarang jauh lebih beruntung, tapi jika dinilai dari sisi psikologis, anak sekarang kurang kreatif.
Begitu disampaikan Psikolog Tika Bisono yang dihubungi Liputan6.com. Ia menilai anak-anak sekarang kurang kegiatan di luar. Ini mengakibatkan cara berpikirnya kurang berkembang, kurang mencoba hal baru, kurang berani menghadapi tantangan, dan senang berada di zona nyaman.
"Coba bandingkan dengan zaman dulu, ketika masih banyak anak-anak yang bermain di luar rumah. Mereka mau teriak atau jatuh saja dianggap menyenangkan. Tapi sekarang, terlalu banyak kata 'awas', 'jangan', dan 'nggak boleh' dari orangtuanya. Mereka jadi kurang merdeka emosinya," ungkap Tika.
Masalahnya, hal ini sudah berlangsung sejak masa kanak-kanak dan terus terbiasa hingga dewasa. Coba saja ketika dewasa dan sudah bekerja, mana ada orang yang ingin dipindahkan ke divisi lain jika sudah merasa nyaman di divisi sebelumnya. Pasti tidak ada. Salah satu karakter ini yang akhirnya terbentuk yaitu tidak bisa menerima tantangan baru.
"Anak yang terlalu dikekang dan jarang keluar seperti sekarang akan minim karakter, building, inisiatif, dan hal lainnya yang berkaitan dengan komunikasi dan kreatifitas," ujarnya.
Fenomena menarik di hari anak nasional ini, yang menurut Tika harusnya bisa diubah sejak masa kanak-kanak ialah anak butuh main di luar. Karena anak yang bermain di luar, akan membuat emosinya lebih tinggi. Jika emosinya tinggi berarti jati dirinya sehat. Ini yang akan menunjukkan konsep diri anak hingga dewasa.
Dan terakhir, Tika menambahkan bahwa sekolah juga memiliki peranan penting. Dengan memberikan tugas sekolah yang sifatnya non teknis ke anak, maka secara psikologis anak akan berubah menjadi lebih berkarakter dan maju.
(Fit/Abd)- health.liputan6.com

0 komentar:

Posting Komentar