Sabtu, 22 Maret 2014

Bisnis Dari Rumah atau Bisnis Rumahan







Entah berapa kali media massa mewawancarai saya dengan tema yang serupa : Bagaimana Memulai Bisnis Dari Rumah. Dan entah untuk berapa kali pula, sang jurnalis dalam alur wawancaranya mengarahkan pertanyaannya pada Bisnis Rumahan.
Dan untuk kesekian kalinya selalu saya berkata :
“Hey, tunggu dulu ! Anda menanyakan bagaimana memulai bisnis ‘dari rumah’ atau memulai bisnis ‘skala rumahan’ ?”
Lho, memang beda ya antara bisnis dari rumah dan bisnis rumahan ?
Oh, jelas beda. Yang satu adalah berbicara tentang tempat memulai atau lokasi usaha, yang satu lagi menggambarkan tentang skala usaha.
Bisnis Dari Rumah bisa berarti dua hal. Pertama, kita mengawali sebagai pengusaha dengan memulai bisnis dari rumah. Rumah menjadi kantor pusat, pusat produksi di awal berbisnis, dan mungkin cabang pertama. Lalu harapannya tentu lama-lama berkembang, skala usaha membesar, dan suatu saat memiliki kantor dan pabrik yang besar. Ibu Mooryati Soedibyo pendiri Mustika Ratu dan Ibu Martha Tilaar pendiri Sari Ayu menggunakan jalur ini. Memulai bisnis dari garasi rumah sendiri dahulu, baru perlahan berkembang menjadi raksasa industri kecantikan seperti sekarang.
Kedua, Bisnis Dari Rumah juga bisa bermakna seluruh aktivitas kegiatan kita dikontrol dan digerakkan dari rumah. Rumah sebagai kantor pusat seluruh operasional usaha. Bagian depan atau sisi sebelah rumah difungsikan sebagai kantor. Namun skala usaha bisa saja nasional bahkan global. Outlet tidak perlu di rumah, tetapi bisa di mana saja di muka bumi ini. Hanya saja, kita sebagai presiden direktur tetap berkantor pusat di rumah. Pak Gamal Abdul Nasser, sang pemilik belasan Indomaret dan pemegang saham jaringan waralaba MySalon tetap konsisten di jalur ini. Meskipun outlet terus berkembang biak bahkan mendunia, bukan berarti kita harus meninggalkan rumah, bukan ?
Berbeda lagi dengan bisnis rumahan. Bisnis Rumahan mengandung makna skala usaha tingkat rumahan alias kecil-kecilan. Bisnis rumahan juga dapat diartikan penuh keterbatasan, baik keterbatasan modal, keterbatasan sumberdaya, hingga keterbatasan profesionalisme. Betulkah kita ingin menjadi pebisnis yang serba terbatas ?
Memang kebanyakan bisnis dimulai dari skala kecil, bahkan tak jarang pengusaha memulai dari nol sama sekali. Namun bukan berarti untuk selanjutnya kita harus terus berada di skala kecil dan rumahan. Memiliki modal terbatas bukan berarti harus selamanya berbisnis rumahan. Menjadi perempuan yang mengurus anak dan rumah tangga, bukan berarti skala bisnisnya tidak bisa berkembang.
Setiap kita memiliki pilihan. Entah pilihan untuk menjadi besar dan mengglobal, atau pilihan untuk tetap di skala mikro dan pas-pasan. Bahkan sekalipun ingin menjadi pengusaha skala raksasa kita tetap punya pilihan, apakah akan berkantor di gedung perkantoran tinggi menjulang atau tetap memusatkan seluruh operasional usaha dari rumah tercinta. Karena kita manusia yang diciptakan Tuhan untuk memiliki kehendak, apakah kita hendak memulai bisnis dari rumah sebagai awal dan kelak semakin berkembang, atau kita hendak mempertahankan skala usaha sebagai sebuah bisnis rumahan.
Tidak ada yang salah pada setiap pilihan. Bisnis dari rumah ataupun bisnis rumahan. Saya memilih yang pertama, yakni bisnis terus berkembang namun tidak meninggalkan rumah. Lantas, bagaimana pilihan Anda ?
Salam Kaya Dari Rumah
Sumber: LyraPuspa-kayadarirumah.com

0 komentar:

Posting Komentar